Waktu gue baca
komik, ada kutipan cerita yang sangat bagus (menurut gue). Yuk langsung aja
keceritanya..
Didalam cerita itu
ada seorang pengelana (judulnya aja pengelana bodoh). Si pengelana bodoh
tersebut sedang melakukan perjalanan, kalo ditanya seberapa bodohnya dia…
Hmm, dia itu
gampang sekali ditipu, semua orang dikota sudah pernah menipunya tanpa dia
sadari. Selama itu, uang yang dibawanya, juga pakaian serta sepatu yang
dipakainya, semua habis satu persatu karena tipuan orang-orang itu. Tapi,
pengelana itu sangat bodoh sehingga dia selalu mempercayai ucapan penduduk
kota, yang mengatakan bahwa pemberiannya sangat berarti bagi mereka.
Setiap mendengar
kisah mereka yang palsu, sambil memberikan miliknya satu persatu, air matanya
berlinangan, “semoga kalian bahagia” begitulah doanya untuk mereka. Lalu
akhirnya, dia tidak memiliki segalanya bahkan selembar pakaian satupun. Si
pengelana merasa malu dengan keadaannya itu. Karena itupun dia memutuskan untuk
meneruskan perjalanannya didalam hutan yang tidak berpenghuni. Kali ini dia
bertemu dengan para siluman penghuni hutan. Para siluman itu ingin memakan
tubuh si pengelana, dan mereka menipunya dengan permainan kata (maksudnya
tebak-tebakan). Tentu saja si pengelana terpedaya dan dia pun menyerahkan satu
persatu kaki, kemudian lengannya dan seterusnya. Akhirnya yang tertinggal pada
si pengelana hanyalah bagian kepalanya. Siluman terakhir datang mendekatinya.
Sambil memakan bola mata si pengelana dengan lahap, dia berkata, “aku akan
memberimu hadiah sebagai tanda terima kasihku”. Namun, ucapan itupun tak lebih
dari sebuah kebohongan. Hadiah yang dimaksudnya hanyalah selembar kertas
bertuliskan… “Bodoh”
Tapi, si pengelana
menangis haru, dia berkata
“ Terima kasih,
terima kasih….”
“Ini pertama
kalinya aku mendapatkan sebuah hadiah..”
“Senangnyaa…
senang sekali..”
“Terima kasih,
terima kasihh….”
Dari dalam mata yang
udah gak punya bola mata, air matanya terus berlinang. Lalu dalam keadaan
seperti itu, si pengelana menghembuskan napasnya yang terakhir…
Coba deh renungkan
tentang si pengelana itu, si pengelana yang menangis sambil berterima kasih,
walaupun dirinya ditipu hingga hanya kepalanya yang tertinggal…
Untung ruginya
atau susah senangnya, percuma aja kalo itu yang dipikirkan, karna si pengelana gak
pernah memikirkannya.
Si pengelana hanya
ingin memberikan kegembiraan bagi seseorang, hanya itu, walaupun bagi orang
lain itu adalah suatu perbuatan yang bodoh..
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar