img.emoticon { padding: 0; margin: 0; border: 0; }

Sabtu, 09 Februari 2013

Pengelana Paling Bodoh

Waktu gue baca komik, ada kutipan cerita yang sangat bagus (menurut gue). Yuk langsung aja keceritanya..

Didalam cerita itu ada seorang pengelana (judulnya aja pengelana bodoh). Si pengelana bodoh tersebut sedang melakukan perjalanan, kalo ditanya seberapa bodohnya dia…
Hmm, dia itu gampang sekali ditipu, semua orang dikota sudah pernah menipunya tanpa dia sadari. Selama itu, uang yang dibawanya, juga pakaian serta sepatu yang dipakainya, semua habis satu persatu karena tipuan orang-orang itu. Tapi, pengelana itu sangat bodoh sehingga dia selalu mempercayai ucapan penduduk kota, yang mengatakan bahwa pemberiannya sangat berarti bagi mereka.
Setiap mendengar kisah mereka yang palsu, sambil memberikan miliknya satu persatu, air matanya berlinangan, “semoga kalian bahagia” begitulah doanya untuk mereka. Lalu akhirnya, dia tidak memiliki segalanya bahkan selembar pakaian satupun. Si pengelana merasa malu dengan keadaannya itu. Karena itupun dia memutuskan untuk meneruskan perjalanannya didalam hutan yang tidak berpenghuni. Kali ini dia bertemu dengan para siluman penghuni hutan. Para siluman itu ingin memakan tubuh si pengelana, dan mereka menipunya dengan permainan kata (maksudnya tebak-tebakan). Tentu saja si pengelana terpedaya dan dia pun menyerahkan satu persatu kaki, kemudian lengannya dan seterusnya. Akhirnya yang tertinggal pada si pengelana hanyalah bagian kepalanya. Siluman terakhir datang mendekatinya. Sambil memakan bola mata si pengelana dengan lahap, dia berkata, “aku akan memberimu hadiah sebagai tanda terima kasihku”. Namun, ucapan itupun tak lebih dari sebuah kebohongan. Hadiah yang dimaksudnya hanyalah selembar kertas bertuliskan… “Bodoh”
Tapi, si pengelana menangis haru, dia berkata
“ Terima kasih, terima kasih….”
“Ini pertama kalinya aku mendapatkan sebuah hadiah..”
“Senangnyaa… senang sekali..”
“Terima kasih, terima kasihh….”
Dari dalam mata yang udah gak punya bola mata, air matanya terus berlinang. Lalu dalam keadaan seperti itu, si pengelana menghembuskan napasnya yang terakhir…

Coba deh renungkan tentang si pengelana itu, si pengelana yang menangis sambil berterima kasih, walaupun dirinya ditipu hingga hanya kepalanya yang tertinggal…

Untung ruginya atau susah senangnya, percuma aja kalo itu yang dipikirkan, karna si pengelana gak pernah memikirkannya.
Si pengelana hanya ingin memberikan kegembiraan bagi seseorang, hanya itu, walaupun bagi orang lain itu adalah suatu perbuatan yang bodoh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar