KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA
Indonesia adalah Negara yang
sangat luas yang terdiri dari laut dan beribu-ribu pulau. Tidak hanya itu
Indonesia pun mempunyai beraneka raga budaya dari sabang sampai merauke.
Keanekaragaman bangsa Indonesia adalah harta yang tidak ternilai. Dalam
keanekaragaman tersebut terkandung nilai-nilai luhur budaya bangsa, nilai
tersebut sangat penting untuk perkembangan bangsa Indonesia. Semuanya itu ialah
kekayaan yang bangsa ini punya dan harus tetap terjaga, tetapi tidak sedikit orang yang mengakui
bangsa Indonesia mencintai budayanya tetapi tidak mau untuk memelihara dan
melestarikan budaya yang dimiliki. Oleh karena itu kita harus mempertahankan
kebudayaan yang ada di negara kita dengan cara mengajarkan dan memberitahukan kepada
anak kita tentang kebudayaan leluhur kita.
Keragaman budaya di Indonesia dapat dilihat dari hal-hal
berikut :
1.
Keberagaman Suku Bangsa
Dari ilmu antropologi diketahui bahwa nenek
moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan. Mereka bermigrasi ke
Indonesia secara bergelombang dan menempati pulau-pulau di Indonesia. Menurut
ahli sejarah, antara tahun 3.000 – 500 SM Indonesia telah dihuni oleh penduduk
migran submongoloid dari Asia yang kemudian bercampur dengan penduduk indigenous dan indo-arian dari Asia
Selatan. Dari percampuran dan seleksi alam ini, di Indonesia kemudian
berkembang sekitar 350 suku bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
2.
Keberagaman Bahasa
Seiring dengan keanekaragaman suku bangsa, di
Indonesia terdapat kurang lebih 250 bahasa dan dialek. Menurut para ahli,
sebagian besar bahasa-bahasa di Indonesia termasuk dalam rumpun bahasa
Austronesia (Australia-Asia). Gorys Keraf membagi rumpun bahasa ini kedalam
subrumpun:
a.
Bahasa-bahasa Austronesia Barat atau Bahasa-bahasa
Indonesia/Melayu.
b.
Bahasa-bahasa Austronesia Timur atau Polinesia.
3.
Keberagaman Religi
Selain suku bangsa dan bahasa, Indonesia juga
memiliki keberagaman agama atau kepercayaan. Terhitung di Indonesia terdapat
lima agama yang diakui secara resmi oleh Negara, yaitu Islam, Katolik,
Protestan, Hindu, dan Buddha. Pada saat ini, agama Konghucu juga sudah diakui.
Selain itu, berkembang pula kepercayaan-kepercayaan lain di masyarakat.
4.
Keberagaman Seni dan Budaya
Suku bangsa yang beragam di Indonesia tentu
menghasilkan kebudayaan yang beragam pula. Salah satu wujud kebudayaan itu
adalah kesenian, baik seni sastra, seni tari, seni musik, seni drama, seni
rupa, dsb.
MANFAAT KEANEKARAGAMAN BUDAYA
Keanekaragaman
budaya sangat memberikan manfaat bagi bangsa kita. Dalam bidang bahasa,
kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya
perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, dalam bidang
pariwisata, potensi keanekaragaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan
pariwisata di Indonesia yang bisa mendatangkan devisa. Pemikiran yang timbul
dari sumber daya manusia di masing-masing daerah dapat pula dijadikan acuan
bagi pembangunan nasional.
CONTOH KEANEKARAGAMAN BUDAYA
Kita akan mengambil contoh
keragaman suku bangsa dan budaya di Provinsi DKI Jakarta. Jakarta menjadi pusat
pemerintahan dan perekonomian Indonesia. Banyak orang dari segala penjuru tanah
air hijrah ke Jakarta. Mereka mengadu nasib di Ibu kota. Akhirnya, Jakarta
menjadi kota padat penduduk. Warga Jakarta terdiri dari beragam suku bangsa.
Mereka juga memiliki bermacam-macam kebudayaan. Mari kita pelajari
bentuk-bentuk keragaman di Provinsi DKI Jakarta.
1.
Keragaman Suku Bangsa di Provinsi DKI Jakarta
Pada
awalnya, Jakarta dihuni oleh orang - orang Sunda, Jawa, Bali, Melayu, Maluku,
dan beberapa suku lain. Selain itu, ada juga orang - orang Cina, Portugis,
Belanda, Arab, dan India. Suku yang dianggap sebagai penduduk asli Jakarta
adalah suku Betawi. Suku Betawi merupakan hasil perpaduan antaretnis dan bangsa
di masa lalu. Saat ini, suku bangsa yang ada lebih banyak lagi. Jakarta menjadi
miniatur Indonesia. Hampir semua suku bangsa yang ada di Indonesia kita jumpai
di Jakarta.
2.
Keragaman Bahasa di Provinsi DKI Jakarta
Bahasa
resmi yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia. Bahasa percakapan
sehari - hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Bahasa daerah juga
digunakan oleh kelompok penduduk yang berasal dari daerah lain. Misalnya saja
bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Minang, bahasa Batak, bahasa Madura, bahasa Bugis,
dan bahasa Tionghoa.
3.
Keragaman Agama dan Kepercayaan di Provinsi DKI
Jakarta
Agama
yang dipeluk penduduk Jakarta cukup beragam, seperti Islam, Kristen, Katolik,
Budha, dan Hindu. Berbagai tempat peribadatan dijumpai di Jakarta. Antara lain
masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng. Di Jakarta juga ada satu sinagoga.
Sinagoga adalah tempat ibadah penganut agama Yahudi. Sinagoga itu digunakan
oleh pekerja - pekerja asing yang menganut agama Yahudi.
4.
Keragaman Seni di Provinsi DKI Jakarta
- Tari Topeng, Ondel - Ondel, Sambrah, Cokek, Doger
dan Ogel, Sembah Nyai, Sirih Kuning dan sebagainya.
- Musik tanjidor, kroncong, gambus, rebana, dan
gambang kromong.
- Pertunjukan lenong, wayang sumedar, wayang
senggol, da wayang dermuluk.
- Lagu daerah Kicir - Kicir, Jali - Jali, Lenggang
Kangkung, Burung Putih, Pulo Angsa Dua, Sirih Kuning, dan Cik Minah.
Selain itu, sering juga
ditampilkan kesenian tradisional suku - suku lain. Misalnya, pertunjukan wayang
kulit dan kuda lumping (Jawa), wayang golek (Sunda), dan barongsai (Tionghowa).